Rabu, 11 Juni 2014

Tanggal Rilis Samurai Warriors 4 Diumumkan

Tanggal Rilis Samurai Warriors 4 Diumumkan

by ismi febrian

Tecmo Koei mengumumkan bahwa Samurai Warriors 4 akan dirilis pada tanggal 21 Oktober 2014 di Amerika dan 24 Oktober 2014 di Eropa. Samurai Warriors 4 sendiri akan dirilis pada perangkat PS3 dengan harga Rp 600.000 ($49,99); pada PS4 dengan harga Rp 720.000 ($59,99); dan PS Vita dengan harga Rp 480.000 ($39,99). Samurai Warriors 4 merupakan seri Warriors yang sudah terkenal buatan Omega Force dengan latar belakang sejarah Jepang. Untuk memperingati 10 tahun seri ini berjalan, dibuatlah sebuah special anime yang mengisahkan tentang Sanada bersaudara. Kamu bisa lihat trailer-nya di bawah.

Mortal Kombat X Trailer Pertamanya!

Mortal Kombat X Trailer Pertamanya!

by Ismi Febrian

Ada fans Mortal Kombat di sini? Jika ada, maka artikel ini untuk kamu. Ed Boon salah satu penciptagame Mortal Kombat baru saja memamerkan trailer Mortal Kombat X, seri terbaru yang akan tersedia pada tahun 2015 nanti.
Lewat trailer yang tidak terlalu panjang di atas kamu dapat melihat pertarungan antara Sub-Zero dengan Scorpion yang terlihat sangat keren. Nah pertanyaannya, apakah trailer di atas adalah in-game footage atau bukan? Perasaan saya cenderung mengatakan iya, walaupun ada beberapa bagian yang terasa dibuat khusus untuk keperluan trailer.
Deskripsi trailer-nya juga mengatakan bahwa Mortal Kombat X akan menggabungkan elemen sinematik dengan gameplay, sehingga tercipta sebuah pengalaman yang seru. Jadi saya tidak akan aneh kalau sebagian dari trailer di atas adalah in-game (walaupun hati kecil saya mengatakan itu terlalu bagus).
Belum ada keterangan lagi tentang platform yang akan disambangi walaupun PlayStation 4 dan Xbox One sudah bisa dipastikan akan menerima game yang satu ini. Stay tuned untuk berita terbaru mengenai Mortal Kombat X hanya di Games in Asia Indonesia.

Game baru Ps 3 The Wolf Among Us

by ismi febrian

 Game baru Ps 3 

The Wolf Among Us

[Update] Review The Wolf Among Us – Saatnya Bermain Detektif di Dunia Fairy Tale
UPDATE REVIEW EPISODE 4 -28 MEI 2014
Semakin lama semakin cepat saja Telltale Games merilis episode terbaru dari The Wolf Among Us. Belum ada dua bulan semenjak episode ketiga dirilis, sekarang kita sudah bisa menikmati episode terbaru yang semakin menjawab berbagai misteri yang terjadi sejak permulaan game ini dirilis Oktober lalu. Seperti sebelumnya, saya tidak akan bisa bercerita banyak karena memang itu akan menjadi spoiler dan jelas menghilangkan salah satu kenikmatan utama memainkan gamebuatan Telltale.
Karena memang sudah mencapai 80% dari keseluruhan cerita The Wolf Among Us, berbagai misteri yang sudah menghantui perjalanan Bigby semakin terungkap di episode ini. Namun satu hal yang benar-benar saya suka dari episode keempat ini adalah meskipun sudah mencapai bagian akhir dari cerita, Telltale sama sekali tidak ragu-ragu untuk mengenalkan banyak karakter baru kepada pemainnya. Hebatnya lagi semua pengenalan ini disajikan dengan betul-betulsmooth seakan-akan kamu adalah Bigby yang memang telah mengenal orang-orang itu dari dulu.
The Wolf Among Us Episode 4 | Screenshot
Selain itu tentu saja karakter-karakter yang muncul sebelumnya muncul kembali di episode ini, bahkan karakter yang sudah tidak muncul sejak episode satu pun muncul kembali dengan dialog yang penuh sentilan dan sangat lucu. Berbeda dengan The Walking Dead yang memiliki episode tertentu yang lebih baik daripada episode sebelumnya, maka The Wolf Among Us betul-betul menyajikan cerita yang semakin menarik tiap episodenya. Jadi jangan buang waktumu lagi, segera mainkan lanjutan kisah perjalanan Bigby menguak misteri yang tersebar di Fabletown!
UPDATE REVIEW EPISODE 3 -10 APRIL 2014
Tanpa perlu menunggu lama seperti episode sebelumnya, The Wolf Among Us kembali lagi dengan cerita yang semakin seru dan menegangkan. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan dari episode ke-3 ini. Segala kekurangan yang ada di episode 1 sudah berhasil Telltale perbaiki di episode kedua. Selain itu percabangan cerita di episode ini juga terasa semakin bermakna dan dijamin akan sering membuat kamu berhenti untuk berpikir pilihan mana yang harus kamu ambil.
Melalui episode ke-3 ini, Telltale berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam menyajikan berbagai jenis genre cerita dalam berbagai situasi dan kondisi. Selain itu saya jelas tidak bisa berkata banyak, karena yang ada saya malah akan banyak membocorkan spoiler untuk gamedengan cerita luar biasa ini. Yang jelas, episode 3 ini dijamin bisa membuat kamu mengeluarkan ekspresi seperti Snow White di bawah.
The Wolf Among Us Episode 3 | Screenshot
UPDATE REVIEW EPISODE 2 -7 FEBRUARI 2014
Hampir 4 bulan sudah lewat semenjak Telltale Games merilis episode pertama dari The Wolf Among Us. Pada awalnya Telltale berencana untuk merilis The Wolf Among Us sebulan sekali, namun menurut pengakuan Telltale saat tengah mengerjakan episode 2 ini mereka mengalami beberapa masalah teknis yang menyebabkan keterlambatan yang menimpa game ini. Tapimenurut pengakuan Telltale, keterlambatan ini tidak akan terjadi lagi ke depannya.
Untungnya penantian lama ini terbayar dengan kualitas cerita dan penyampaiannya yang tidak kalah dengan episode pertamanya. Episode kedua masih melanjutkan kisah misteri yang ada di episode sebelumnya, dan juga masih sama seperti episode sebelumnya, percabangan cerita yang ada di The Wolf Among Us dijamin akan membuat kamu sangat penasaran dan ingin memainkan ulang game ini dengan memilih pilihan cerita yang berbeda.
Selain urusan penyampaian cerita yang baik, episode kedua di game ini juga mengalami peningkatan dari segi visual. Di episode pertama saya sempat menyebutkan bahwa kekurangan dari game ini adalah animasi yang sering nampak terputus-putus serta beberapa objek dalamgame yang nampak pecah-pecah. Untungnya kedua masalah ini sudah tidak muncul lagi di episode kedua. Hal ini jelas sangat berpengaruh banyak karena dengan begitu kamu bisa lebih menikmati game yang memiliki grafis sangat cantik ini.
The Wolf Among Us | Screenshot 12
Yang jelas kalau kamu menikmati episode sebelumnya dari game ini, maka kamu jelas wajib melanjutkan kisah Bigby Wolf yang berlanjut di episode kedua. Kalau kamu merasa kurang menikmati episode pertama, saya sarankan kamu mencoba lagi episode kedua ini, mengingat Telltale sudah memperbaiki beberapa bug yang ada di episode pertama.
Terakhir, kalau kamu berpikir untuk menunggu sampai seluruh season The Wolf Among Usselesai dirilis baru mulai memainkan, saran saya lebih baik kamu langsung saja mulai dari sekarang. Menunggu setiap episode yang bersambung dengan menggantung mungkin terdengar tidak menyenangkan, tapi rasa penasaran dalam penantian episode terbaru itu sebenarnya malah menambah pengalaman tersendiri dalam memainkan The Wolf Among Us.
REVIEW EPISODE 1 – 6 DESEMBER 2013
Video game adalah sebuah media yang memiliki banyak fungsi. Fungsi utama dari media yang satu ini tentunya adalah untuk menikmati gameplay dari game yang bersangkutan, tapi banyak juga orang yang bermain game bukan untuk menikmati gameplay tapi untuk menikmati cerita dalam game. Hal ini lah yang menjadi perhatian dari Telltale Games, developer asal Amerika Serikat yang ingin membangkitkan kembali genre adventure seperti layaknya tahun 80-an dan awal 90-an dulu. Seluruh game yang dirilis Telltale selalu terkonsentrasi pada cerita dan kualitas writing dibandingkan hal lainnya.
Setelah kesuksesan The Walking Dead yang diangkat dari seri komik dengan judul yang sama, kali ini Telltale kembali dengan game yang diadaptasi dari seri komik Fables. Sesuai dengan komik asalnya, game ini bercerita mengenai kehidupan tokoh-tokoh dongeng klasik seperti Cinderella, Snow White, Red Riding Hood, dan lain sebagainya yang hidup di kota New York modern karena satu dan lain hal. Di cerita ini kamu bisa melihat sudut pandang baru tentang karakter-karakter dongeng saat digambarkan dengan keadaan yang lebih gelap dan dewasa.
The Wolf Among Us - Screenshot 1 | Review
Game yang bertajuk The Wolf Among Us ini memang sudah dirilis untuk PC, PS3, dan Xbox 360 sejak bulan lalu, namun game ini baru mendapatkan port untuk versi iOS hari ini. Oleh karena itu untuk menyambut perilisan game ini ke iOS, saya akan membuat review tentang The Wolf Among Us untuk membantu kamu mendapatkan pandangan lebih mengenai game ini, enjoy.

Gameplay

Simplicity at its best

Tidak banyak yang bisa diceritakan mengenai gameplay dari The Wolf Among Us. Layaknya pendahulunya, game ini memiliki gameplay yang sangat simpel di mana kamu akan berjalan, memeriksa dan mengumpulkan item dan clue, serta berbicara dengan orang-orang untuk melanjutkan progres cerita. Bagian mencari item dan clue merupakan bagian yang cukup penting di game ini karena memang tema dari game The Wolf Among Us adalah fantasi yang dicampur dengan unsur detektif ala film noir.
The Wolf Among Us - Screenshot 3 | Review
Selain berjalan dan berinteraksi dengan objek di sekitar kamu, di game ini juga ada beberapa adegan aksi yang dikendalikan menggunakan Quick-Time Event (QTE) layaknya game-game buatan Quantic Dreams seperti Heavy Rain dan Beyond: Two Souls atau game-game Telltale lainnya sebelum The Wolf Among Us.
The Wolf Among Us - Screenshot 4 | Review
Di luar hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas, The Wolf Among Us juga memberikan kamu berbagai macam pilihan yang dapat mempengaruhi jalannya cerita. Jadi meskipun terkesan linear, game ini akan membuat kamu penasaran untuk memainkannya berulang-ulang supaya dapat mengetahui cerita dalam game dari berbagai sudut pandang.

Presentation

Grafis indah bagaikan memainkan komik

Seperti The Walking Dead yang memiliki grafis terinspirasi dari komik, The Wolf Among Us juga menggunakan grafis yang membuat game ini terkesan seperti komik. Namun karena kedua komik yang menjadi dasar dari dua game tersebut memiliki art direction yang berbeda, maka Telltale membuat kedua game ini memiliki art direction yang berbeda juga. Saya pribadi merasa grafisThe Wolf Among Us jauh lebih enak dilihat daripada The Walking Dead, hal ini mungkin dipengaruhi juga oleh tema The Wolf Among Us yang membuat game ini terkesan lebih berwarna dibanding The Walking Dead.
The Wolf Among Us - Screenshot 2 | Review
Selain lebih enak dilihat, secara visual game ini berhasil menggambarkan kesan noir layaknya film-film detektif. Betul-betul tepat dengan tema game ini di mana kamu mengendalikan seorang sheriff di kota fantasi yang terkesan sangat gelap. Tak perlu komentar lebih banyak lagi, saya rasa kumpulan screenshot yang saya tampilkan di sini sudah cukup untuk menggambarkan keindahanThe Wolf Among Us.
The Wolf Among Us - Screenshot 5 | Review
The Wolf Among Us - Screenshot 6 | Review

Panduan game yang tidak mengganggu tampilan

Banyak sekali game yang menggambarkan panduan atau petunjuk yang akhirnya malah mengganggu kenikmatan pemain saat memainkan game yang bersangkutan. Namun The Wolf Among Us berhasil menampilkan petunjuk-petunjuk permainan dengan rapinya sehingga petunjuk yang ada terkesan menyatu dengan lingkungan dalam game. Kalau penasaran dengan bagaimana Telltale mengimplementasi petunjuk dalam game, langsung cek saja screenshot di bawah.
The Wolf Among Us - Screenshot 7 | Review

Musik Dan Voice Acting Papan Atas

Musik dan pengisi suara dalam game ini betul-betul membuat saya berasa seperti terhisap ke dalamnya. Pemilihan musik yang terkesan misterius semakin mengentalkan nuansa noir dalam game. Bahkan saking hebatnya, saya bisa betah di main menu meskipun bagian tersebut hanya diiringi dengan musik yang sangat simpel dan berulang-ulang.
The Wolf Among Us - Screenshot 8 | Review
Untuk urusan voice acting, para voice actor yang memerankan karakter dalam game betul-betul berhasil menghidupkan karakter yang ada. Saya selama ini membaca komik Fables dan selalu menggambarkan suara karakter dalam kepala saya sendiri, tapi setelah ini setiap saya membacaFables pasti suara dari voice actor game lah yang muncul di pikiran saya.

Pricing & IAP

Untuk kualitas yang ditawarkan, game ini dibandrol dengan harga yang cukup murah. Selain itu walaupun masih berusia muda, game ini juga sudah sering ditawarkan dalam diskon seperti yang pernah saya bahas pada saat Steam Spring Sale kemarin. Masih sama seperti game Telltale lainnya, game ini dirilis secara episodik dengan total 5 episode dalam 1 season.
The Wolf Among Us - Screenshot 9 | Review
The Wolf Among Us memiliki harga yang berbeda-beda di tiap platform game ini tersedia, berikut detail harga game ini di tiap platform:
  • Windows / Mac : $24,99 untuk 1 season (5 episode)
  • PS3 : Episode 1 gratis, $19,99 untuk season pass (langsung seluruh episode). Satu episodenya bisa dibeli terpisah seharga $4,99.
  • Xbox 360 : 1 Episode bisa dibeli terpisah seharga $4,99. Season pass yang mencakup seluruh episode bisa dibeli seharga $14,99.
  • iOS : 1 Episode dijual seharga Rp. 45.000.

 Verdict

The Wolf Among Us - Screenshot 10 | Review
Memainkan The Wolf Among Us merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa menurut saya. Biasanya saya selalu menunggu game turun harga menjadi lebih murah baru membelinya, tapi untuk game ini saya nekad pre-order dan jelas-jelasan tidak kecewa dengan keputusan saya. Game ini adalah game yang sempurna untuk kamu yang suka dengan cerita fantasi ala fairy tales, cerita detektif, atau hanya sekedar suka dengan cerita berkualitas. Jadi jangan ragu-ragu untuk mencoba game yang satu ini.
Webstore Link: The Wolf Among Us, $24 (Season pass)

Selasa, 10 Juni 2014

7 Alasan PlayStation 3 Masih Akan Tetap Bertahan di Pasaran

by ismi febrian

7 Alasan PlayStation 3 Masih Akan Tetap Bertahan di Pasaran

7 Alasan PlayStation 3 Masih Akan Tetap Bertahan di Pasaran
Meskipun PlayStation 4 (PS4) sebentar lagi dirilis, masih banyak gamer yang berminat untuk membeli atau baru saja membeli PlayStation 3 (PS3). Hal ini tidak mengherankan, karena di usianya yang sudah cukup tua saja, PS3 masih memberikan kepada gamer kepuasan luar biasa melalui game-game berskala besar di tahun ini seperti Grand Theft Auto V, The Last of Us,Beyond: Two Souls, dan Ni no Kuni: Wrath of the White Witch. Oleh karena itu di artikel ini, Games in Asia akan memberikan kamu 7 alasan kenapa PS3 masih akan terus bertahan sampai beberapa tahun ke depan.

1. Belajar dari pendahulu

Jika kita mencoba memperhatikan umur dari konsol-konsol generasi sebelumnya, jelas sekali nampak bahwa di saat konsol baru muncul di pasaran, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengubur konsol dari generasi sebelumnya. Contoh paling dekat bisa di lihat dari hubungan antara PS3 dengan PS2, meskipun PS3 dirilis pada tahun 2006, tapi game terakhir yang dirilis untuk PS2, FIFA 14, baru keluar September 2013 lalu. Hal tersebut jelas membuktikan bahwa sebuah konsol tidak akan mati dengan mudahnya hanya karena penerusnya sudah muncul.

2. Tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi

Oke, judul kategori ini agak sedikit konyol, tapi sangat tepat dengan karakteristik konsol-konsol yang selama ini ada. Pada pembukaan artikel ini saya menyebutkan bahwa pada tahun 2013 saja PS3 kebagian beberapa judul game kelas atas. Itu baru dilihat dari game kelas AAA, jika kita juga memperhatikan perkembangan game indie, masih banyak game yang cukup menjanjikan yang akan keluar untuk mesin hitam Sony ini sampai tahun depan.
Jika kita melihat dari generasi sebelumnya pun ada pola yang cukup menarik. Contoh pertama bisa dilihat pada era SNES, dua game yang banyak dianggap sebagai RPG terbaik sepanjang masa, Final Fantasy VI dan Chrono Trigger, dirilis pada waktu yang tidak jauh berbeda dengan waktu perilisan PlayStation pertama. Setelah itu kejadian yang mirip terulang lagi setelah perilisan PS2, game Final Fantasy terakhir untuk PlayStation (yang kebetulan merupakan game favorit saya), Final Fantasy IX, dirilis beberapa bulan setelah PS2 keluar. Kejadian yang sama terulang lagi pada akhir era PS2 dengan dirilisnya Persona 4 yang menerima review yang luar biasa bagus, hal ini cukup spektakular karena game ini dirilis hampir 2 tahun setelah PS3 dirilis.

3. Developer mencari pasar yang lebih ramai

That's 1 Billion USD inside the bag.
That’s 1 Billion USD inside the bag.
Saat Grand Theft Auto V diumumkan akan dirilis di PS3 dan Xbox 360 dua bulan sebelum konsol generasi baru rilis, banyak orang yang keheranan. Mereka berargumen bahwa game ini bisa lebih dimaksimalkan potensinya seandainya mendapat dukungan hardware dari konsol next-gen. Meskipun begitu, pilihan Rockstar untuk merilis Grand Theft Auto V di konsol yang sudah ada sekarang merupakan pilihan yang tepat. Jika mereka tidak merilis game ini di konsol yang sudah berumur tua, tentunya mereka tidak akan dapat memecahkan rekor penjualan sebesar 1 Milyar USD pada hari ketiga setelah perilisan dan memecahkan 7 rekor dunia hanya dalam waktu sebulan.
Kejadian yang menimpa Grand Theft Auto V ini hanyalah satu contoh saja, tentu saja Rockstar bukanlah satu-satunya yang berpikir seperti ini. Kesuksesan Grand Theft Auto V juga bisa jadi menginspirasi developer lain untuk memprioritaskan development game ke generasi sekarang daripada next-gen. So, kamu tidak perlu khawatir akan kehabisan game baru untuk PS3 kamu.

4. Multiplatform lintas generasi merajalela

Multiplatform Cross-gen | FeaturesBanyaknya developer yang membuat game mereka untuk multiplatform lintas generasi sangatlah mencengangkan. Jika kamu sudah melihat daftar game-game yang akan dirilis untuk PS4, kamu akan melihat nama-nama besar seperti Assassin’s Creed IV, Watch Dogs,Battlefield 4, Call of Duty: Ghosts. Game-game besar yang saya sebutkan tadi juga dirilis untuk PS3 dengan perbedaan yang minor, jadi  jangan takut game versi PS3 akan berbeda jauh dari versi yang dirilis untuk PS4.

5. Library game yang masih banyak

Oke, selama 7 tahun sepak terjang PS3 di industry video game, ribuan game telah dirilis untuk PS3. Diantara ribuan game tersebut, mungkin ada beberapa ratus yang merupakan judul-judul tidak penting yang hanya menghabiskan waktu saja untuk dimainkan. Tapi ada juga ratusan game yang sangat berharga untuk dimainkan, dan saya yakin jumlah waktu yang diperlukan untuk memainkan game-game berharga dari PS3 itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu sampai 10 tahun ke depan. Kecuali kalau kamu berniat untuk berhenti bekerja atau sekolah dan mendedikasikan 20 jam sehari untuk bermain game.

6. Price cut will save the day

Yup, dengan rilisnya konsol baru, tidak mengherankan jika konsol pendahulunya akan mengalami pemotongan harga. Potongan harganya tentu saja tidak akan terjadi secara langsung, tapi saya rasa dalam waktu 1 tahun, atau paling lambat 2 tahun, PS3 akan mengalami pemotongan harga. Saat ini banyak orang yang sangat berminat untuk membeli PS3 tapi masih menganggap PS3 terlalu mahal untuk sekarang. Dengan bertambahnya pengguna PS3 setelah pemotongan harga, sudah pasti Sony tidak akan dengan langsung memotong support untuk PS3.

7. Janji Sony kepada fans

That's the promise
That’s the promise
Pada pertengahan 2013 kemarin, Hiroshi Kawano, presiden dari Sony Japan, mengatakan bahwa Sony tidak akan langsung memutus support terhadap PS3 begitu saja. Penjualan yang stabil serta banyaknya game yang akan dirilis membuat PS3 masih populer di kalangan gamer. So, jika Sony sendiri sudah berjanji, tentu saja kamu tidak perlu khawatir dengan nasib PS3.
Nah, setelah membaca daftar di atas, apakah kamu masih ragu dengan nasib PS3? Jika memang iya, utarakan saja alasan kamu di bagian komen di bawah.